Dulu ketika rindu menyerang dengan
mudahnya bisa diungkapkan. Kita saling menyampaikan lewat sebuah pesan bahkan
saling melempar kode untuk kemudian diterjemahkan. Setelah kode terpecahkan
kita berjanji untuk saling bertemu dan segera melepas rasa itu. Sepertinya baru
kemarin rindu itu kita peluk bersamaan tapi setelah kita putus aku mulai
memeluk rindu sendirian. Rasanya kosong bahkan ketika menghirup dan menarik
nafas panjang untuk kemudian dikeluarkan pun terasa sesak. Ini tidak
berlebihan. Ini kenyataan.
Dalam diamku aku masih sering
merindukanmu. Dalam diamku aku masih sering menginginkanmu. Dalam diamku aku
masih sering memikirkanmu. Bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?
Bagaimana hari-harimu sekarang? Apakah lebih menyenangkan? Apa kau menikmati
kebebasanmu? Atau bahkan sudah menemukan gadis lain yang lebih kau cintai? Atau
mungkin kau mulai merindukan kehadiranku? Merindukan kecemburuanku? Atau bahkan
merindukan manjaku? Semoga di dalam hari-harimu masih ada kenangan tentangku
dan cinta untukku walaupun porsinya tidak lagi sama seperti dulu.
Aku masih malu untuk mengakui bahwa aku
masih cinta. Aku masih malu untuk mengakui bahwa aku masih sayang. Aku masih
malu untuk mengakui bahwa aku masih suka. Semuanya terhalang oleh sebuah tembok
yang tinggi menjulang yang kini menjadi sekat untuk melawan perasaan. Dalam
fikiranku kau masih menjadi peringkat nomor satu yang tidak pernah berhenti
berlari dan bergentayangan walaupun aku selalu mencoba untuk tidak
menyangkutpautkan hal-hal kecil dengan dirimu. Sulit untuk tetap berpura-pura
tegar padahal sebenarnya jika disentuh sangatlah rapuh.
Apakah masih ada aku di dalam ingatanmu?
Apakah masih ada aku di dalam mimpi indahmu? Apakah masih ada aku di dalam
renungan malammu? Apakah masih ada aku di dalam sifat cuekmu? Apakah masih ada
aku di dalam diammu? Apakah masih ada aku di dalam do'amu? Apakah masih ada aku
di dalam langkahmu? Apakah masih ada aku di dalam hatimu?
Aku lelah bersikap seolah-olah tidak
merasakan apa-apa. Aku lelah bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Aku
lelah bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja. Aku lelah bersikap
seolah-olah aku tidak memikirkanmu. Aku lelah bersikap seolah-olah aku tidak
merindukanmu. Aku lelah menyembunyikan berjuta-juta rasa sakit di balik senyum
palsu yang orang lain tidak ingin tahu. Aku lelah harus berpura-pura sudah tidak cinta. Aku lelah harus berpura-pura tidak bahagia saat pesanmu menggetarkan handphoneku. Aku lelah harus berpura-pura cuek. Aku lelah. Aku lelah. Dan kau pun tidak
ingin megulurkan tangan untuk sekedar membangunkan.
Aku kurang menyukai malam karena semua
tentangmu selalu aku rindukan. Karena di dalam keheningan malam aku masih
sering memikirkanmu, merindukanmu, bahkan mengingat betapa manisnya kita dulu.
Dan sesungguhnya aku belum bisa memeluk rindu sendirian. Aku masih kecanduan
kamu.
nyentuh banget :') semua butuh waktu sayang {}
BalasHapusHihi iya met doain yahhh ({})
BalasHapus