Laman

Jumat, 26 Juli 2013

Bandara dan Pesawatnya

Malam itu adalah malam dimana kau memutuskan untuk terbang meninggalkan tempat yang bertahun-tahun dijadikan pendaratan. Kau mulai jenuh dengan tempat kecil yang tak lagi menyamankan hingga kau memilih untuk pergi. Dengan sangat hati-hati seolah tidak ingin menyakiti, kata-kata yang menyakitkan itu akhirnya terucap. Tanpa dipersilahkan kau sudah menemukan jalan untuk pulang. Pintu yang pada awalnya ditutup rapat terpaksa harus dibuka dengan kesakitan, tangisan, ketidakrela dan ikhlasan. Maka dengan berat hati kau dipersilahkan. Lalu kau bungkus perlahan setiap kenangan dan berharap ruangannya sudah terkunci sehingga tidak ada yang tercecer untuk kemudian dibereskan. Dan malam itu kau bergegas keluar tanpa permisi. Kau terburu-buru bertindak tanpa pemikiran. Kau menikmati makna dari penyesalan.

Berkawan dengan kesepian. Berkawan dnegan kesendirian. Berkawan dengan kebosanan. Bandara ini telah ditinggalkan oleh sebuah pesawat yang dulu diagung-agungkan. Pesawat yang memberikan kenyamanan dalam setiap perjalanan. Pesawat yang mengantarkan ke beberapa tujuan. Pesawat sederhana namun luar biasa. Pesawat sempurna yang pada akhirnya memilih tempat yang sempurna pula untuk mendarat. Sampai hari ini ia masih mengudara menikmati kebebasan dan penerbangannya. Mungkin dalam perjalanannya ia menemukan banyak tempat istimewa untuk kemudian dijadikan tujuan akhir, bukan hanya persinggahan seperti bandaranya dulu.

Kau tahu bahwa hidup harus tetap berjalan. Bandara harus tetap bekerja. Ia harus tetap berdiri melawan ketidakadilan. Ia harus tetap tegak ketika dihantam oleh kenyataan. Hingga ketika kau kembali kau baru menyadari bandaramu yang sekarang bukan bandara yang dulu kau tinggalkan karena renovasi sudah terjadi dimana-mana. Nikmatilah kebebasan dan penerbanganmu. Suatu saat kau akan rindu jalan pulang yang kau tinggalkan. Dulu. Karena ketika satu pesawat pergi untuk terbang, akan ada pesawat-pesawat lain yang datang untuk tinggal.

If you know what mean :")

Selasa, 09 Juli 2013

Untuk Tuan Yang Berhati Batu

Tuan, apa kau pernah merasakan mencintai seseorang begitu dalam? Apa kau pernah merasakan mencintai seseorang begitu tulus? Apa kau pernah merasakan mencintai seseorang begitu ikhlas? Belum pernahkah tuan? Jika iya belajarlah dari sekarang untuk kemudian menyadari bagaimana rasanya tidak dihargai dan rasanya diacuhkan.

Tuan pernahkah kau berfikir bagaimana rasanya menjadi seseorang yang harus berusaha melawan perasaannya dengan cara berkawan dengan keadaan, meskipun segala hal yang terlewatkan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan? Pernahkah kau berfikir bagaimana rasanya menjadi seseorang yang berusaha tersenyum walaupun terlalu sering disakiti? Pernahkah kau berfikir bagaimana rasanya menjadi seseorang yang berusaha ikhlas ketika kau menemukan kebahagiaanmu walaupun alasan kebahagiaanmu bukan dia? Pernahkah kau berfikir bagaimana rasanya menjadi seseorang yang harus berusaha berdiri ketika semua usahanya dipandang sebelah mata? Pernahkah kau berfikir bagaimana rasanya menjadi seseorang yang berusaha benci pada dirinya sendiri karena kegagalannya dalam membencimu? Belum pernahkah tuan? Jika iya belajarlah dari sekarang untuk kemudian menyadari bagaimana rasanya tidak digubris dan rasanya diabaikan.

Tulisan ini mungkin akan menjadi tulisan yang tidak kau baca sampai akhir . Bukan begitu tuan? Mengapa? Apa kau merasa sempurna sehingga untuk menghargai saja terasa begitu sulit? Apa kau merasa segala-galanya sehingga untuk menoleh saja rasanya begitu berat? Apa kau merasa kau selalu benar sehingga untuk merendah saja rasanya begitu tabu? Tuan lihatlah dirimu. Kepada siapa dulu dirimu berlabuh, kepada siapa dulu dirimu merengkuh, dan kepada siapa dulu dirimu bertaruh. Semudah itukah kau menghapus semua dari ingatan, kenangan, dan hatimu?

Tuan, diluar sana ada seseorang yang rela berjuang untukmu. Ada seseorang yang rela mengorbankan waktunya demi melihat senyummu. Ada seseorang yang rela dijadikan nomor sekian ketika kau berada dengan teman-temanmu. Ada seseorang yang rela menunggumu sampai larut malam ketika dirimu membanting tulang untuk kebutuhan hidup, walaupun kau meninggalkannya tanpa sepatah kata. Ada seseorang yang rela menyelipkan namamu dalam setiap do'anya untuk kemudian Tuhan persatukan menjadi kita. Ada seseorang yang rela mengeluarkan air matanya hanya untuk menangisimu. Ada seseorang yang rela disakiti berkali-kali hanya karena ingin menujukkan bahwa ia kuat dihadapanmu. Ada seseorang yang rela merekam semua janji palsumu dengan harapan dapat terwujud di kemudian hari. Ada seseorang yang rela untuk pindah dari hatimu karena kau yang memaksanya. Ada Tuan. Lihat Tuan! Sesulit itukah kau untuk membuka mata?

Tuan apa kau tau bahwa ada tangan seseorang yang kosong yang sebenarnya ingin menggenggam jemari tanganmu untuk kemudian mengajakmu menuju jalan kesuksesan? Apa kau tau bahwa ada bahu seseorang yang kekar yang sebenarnya ingin menyandarkan kepalamu untuk kemudian menuntunmu menuju gerbang kesuksesan? Apa kau tau bahwa ada pundak seseorang yang kuat yang sebenarnya ingin merebahkanmu untuk kemudian mengantarkanmu menuju pintu kesuksesan?

Yakinkah kau untuk menemukan jalan itu sendirian? Yakinkah kau untuk menemukan gerbang itu sendirian? Yakinkah kau untuk menemukan pintu itu sendirian? Jika iya maka lakukanlah. Jika tidak maka berbaliklah karena seseorang itu masih mau mengajakmu, menuntunmu, dan megantarkanmu menuju titik akhir sebuah kata sukses.

Untuk tuan yang berhati batu, meninggalkan seseorang untuk meraih sukses itu mungkin menurutmu benar namun ada orang lain di luar sana yang lebih menghargai seseorang yang dicintainya dengan cara mengajaknya, menuntunnya, dan mengantarkannya menuju sukses secara bersamaan sehingga hasilnya bisa dipetik berdua. Tuan mungkin kau akan membenci tulisan ini, tapi sejenak coba renungkan apa yang telah kau putuskan karena sesuatu bernama penyesalan selalu datang belakangan.

Tuan, aku hanya mengintakan, selanjutnya kau yang memiliki tindakan. Maap jika aku keterlaluan. :''')

Selamat Ulang Tahun, Sahabat :''')

Selamat ulang tahun sahabat. Sosok pria berbadan tegap dan selalu mengeluarkan wibawa ketika memakai kemeja. Sosok pria dewasa yang hobi bermain bola. Sosok pria berkulit agak hitam namun tetap terlihat elegan. Sosok pria berambut layaknya seorang tentara. Sosok pria yang tidak bisa hanya digambarkan oleh kata-kata maka dari itu mari kita mulai saja perjalanannya.

Hallo. Masih ingat perkenalan kita dulu? Sederhana tapi luar biasa. Jujur kekaguman sudah terlayangkan saat itu karena dibalik sikap dingin yang kau tunjukan ada sedikit celah ramah yang orang lain harus korek dengan sendirinya. Kita yang dipertemukan lewat sebuah kegiatan bernama "LDKS" lalu berlanjut karena sahabatmu yang lain meletakkan hatinya untuk aku tapi sayang sekarang ia telah memintanya kembali hihi. Kita yang terbiasa bekerja bersama sampai larut malam walaupun kadang aku tidak membantumu. Dan kita yang tak berdaya juga terbiasa dipertemukan oleh waktu.

Hari ini, tepat 9 Juli 2013 dimana sosokmu semakin menjadi matang menuju kedewasaan, membimbing dan mengarahkan sahabatmu yang lain menuju perjalanan hidup yang sebenarnya. Bisa aku bayangkan mungkin kau akan tambah bersikap dingin di luar namun akan lebih hangat jika disentuh sampai dalam. Mungkin hidungmu akan semakin mancung hihi atau mungkin bulu matamu yang akan semakin lentik. Atau bahkan hatimu yang tumbuh menjadi lebih kuat. Atau mungkin lagi kebijakkanmu yang akan semakin bertambah. Aku bisa bayangkan.

Sahabat, mungkin kau tidak akan pernah mengerti mengapa aku bisa merangkum semua kata-kata ini menjadi kalimat-kalimat sederhana yang mengandung makna. Itu karena sebagian inspirasi yang aku dapatkan berasal dari dirimu. Diri yang sederhana tapi kaya hati. Diri yang rendah namun tinggi ilmu. Dengan sangat bangga aku berkata bahwa aku mengagumimu.

Mungkin jika diteruskan tulisan ini akan menjadi sebuah cerita yang amat sangat mengharukan tentang sebuah persahabatan. Aku mengenalmu memang tidak begitu lama tapi bisa mendalami sosokmu walaupun masih dalam proses pembelajaran adalah hal yang istimewa.

Sahabat selamat berkurang jatah umur di dunia karena sebenarnya kita sedang mengantre untuk dipanggil oleh Tuhan. Semoga dengan bertambahnya angka pada dirimu membuatmu semakin dewasa dan semakin memiliki kerendahan hati untuk kemudian menjadi senjata. Jadi, untuk segala kemungkinan yang terjadi, biarlah Tuhan menyimpan kemungkinan itu rapat-rapat dalam sela-sela jemariNya yang penuh kuasa. Diumurmu yang angkanya semakin bertambah ini, semoga Tuhan memberkati semua rencana bahagiaanmu, semoga kau tetap dicintai oleh sesamamu dan semoga aku tetap menjadi sahabatmu. Kau juga berguna untuk orang tua dan kakakmu serta menjadi sosok panutan bagi orang lain.

Terimakasih untuk genggaman tangan yang membangunkanku dari keterpurukan. Terimakasih untuk kekuatan pundak yang menopangku dari kesedihan. Terimakasih untuk kehangatan bahu yang menyandarkanku dari keluhan. Terimakasih untuk segala pelajaran berharga di dalam perjalanan hidup. Matewku kau tidak sendirian apapun yang kau rasakan bagikanlah, biarkan orang lain tau itu bukan memberatkan tapi meringankan bebanmu. Tanganku kosong maka genggamlah. Pundaku kuat maka rebahlah.

Menuju kedewasaan ini mari kita bersama-sama berusaha untuk melangkah dari masa lalu. Seperti katamu bukan ingin melupakan tetapi mereka masih memiliki posisi yang special di tempat yang special. Sahabatku ayo kita mundur satu langkah untuk kemudian maju dua langkah hingga akhirnya kita bisa berlari. Jika kau sampai finish terlebih dahulu ulurkan tanganmu bantu aku dan sahabatmu yang lain merasakan kebahagiaan bersamamu dan kita bisa tersenyum bahagia melihat kuasanya waktu.

Selamat ulang tahun sahabat. Maap karena bukan dengan kue aku merayakan harimu, bukan dengan hadiah mewah aku selamatkan harimu. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu namun biarlah Tuhan yang mewujudkan semua lewat kuasaNya. Selamat ulang tahun Andi Saka :">