mengingat kau sempat ada pun tidak,
namun waktu menunjukkan kuasanya,
pria yang kukenal sembilan tahun lalu, kutemukan lagi sembilan tahun kemudian.
Perjalananku menyelamimu ternyata tak sederhana,
aku tidak tahu bagaimana kau tumbuh,
aku juga tidak tahu masa lalu seperti apa yang akhirnya mendewasakanmu,
pun juga tidak tahu perjuangan yang kau lewati hingga menjadikanmu kau di hari ini.
Aku tidak tahu, tapi aku ingin tahu.
Kau berhasil membuka pintu yang kututup rapat selama bertahun-tahun,
lalu membunuh ketakutan-ketakutan yang sebelumnya kubuat sendiri.
Kau juga berhasil menarikku keluar dari tempat yang sudah lama ingin kutinggalkan,
mengulurkan tangan, menawarkan bantuan, mengobati hingga sembuhlah aku.
Kepada kau,
selamat datang kembali,
terima kasih telah memperlakukanku sebaik ini,
terima kasih untuk hari-hari yang dengan atau tanpamu,
terima kasih karena karenamu aku mau berusaha dan berjuang lagi.
Aku ingin menujumu tanpa tergesa,
aku ingin dijemputmu tidak buru-buru,
lewat cara yang tidak bisa kueja dengan kata-kata,
lewat perasaan yang tidak pernah cukup diterjemahkan oleh rasa syukur.
Terlepas akhirnya bersamaku atau tidak,
yang kutahu, menemukan dan ditemukanmu adalah hal yang sangat mengagumkan,
dan kupastikan kau akan kukenang sebagai sesuatu yang paling menyenangkan.
Untuk pria di Kota Pahlawan,
kau tidak perlu menjadi siapapun,
menjadi superhero yang menyelamatkan dunia sekalipun.
Karena aku jatuh cinta pada kau yang sebenar-benarnya engkau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar