Aku pernah kau beri sekotak crayon untuk kemudian kutumpahkan warnanya ke kertas putih. Aku pernah melukis bahagia lewat warna jingga. Melukis amarah lewat warna merah. Melukis rindu lewat warna biru. Melukis luka lewat warna hitam. Bahkan melukis tanya lewat abu-abu. Kau pernah sesabar itu dan aku pernah luluh akan itu.
Aku pernah kau beri kesempatan untuk melukis ulang kertas yang salah. Merangkai bersama konsep yang kita miliki berdua. Menggambar sketsanya di lembaran yang baru. Lalu menumpahkan kembali warnanya hingga berakhir dengan sempurna. Kau pernah semanis itu dan aku pernah luluh akan itu, lagi.
Aku pernah kau beri penghargaan untuk lukisan yang kubuat. Kau bilang kau menyukai dan mencintai hasil juga prosesnya. Kau bilang lagi kau akan berjuang menjaga lukisannya lewat usaha kita berdua. Kau bilang juga kau akan mencoba melukiskan hal yang sama agar semuanya bertahan lama. Kau pernah segigih itu dan aku pernah luluh akan itu, lagi dan lagi.
Mungkin kau dan aku lupa bahwa crayon yang selama ini melukis, menggambar, menorehkan warna juga memiliki batasan, memiliki daya tahan, dan memiliki masanya. Seperti pelangi, aku dan kau bersama karena beberapa warna, berpisah pula karena perbedaan warna.
Perpisahan membawa kotak crayon kembali ke pemiliknya. Warna yang pernah terlukis perlahan memudar. Cahaya yang bersinar perlahan meredup. Sinar yang bercahaya perlahan membias. Mungkin aku terlalu tajam memberikan warna sehingga terkesan egois. Atau terlalu lembut sehingga terkesan lemah. Atau mungkin terlalu asal sehingga terkesan acuh. Atau mungkin lagi… Ahhh sudahlah aku malas untuk menebak-nebak.
Untuk segala kemungkinan yang terjadi biarlah waktu yang menunjukkan kuasanya, biarlah takdir yang memperlihatkan permainannya, biarlah aku dan kau yang mengetahui cerita sebenarnya. Jika suatu saat nanti kau berikanku sekotak crayon lagi, aku akan melukis ulang warna yang sempat memudar, cahaya yang sempat meredup, dan sinar yang sempat membias dengan sewajarnya, sewajar aku mencintaimu, sewajar aku berjalan sendirian ketika kau tinggalkan :")
Tidak ada komentar:
Posting Komentar